Partai Golkar Rayu Gatot, PAN Sarankan Untuk Istirahat Sampai Februari 2018

JAKARTA, ADATERUS.COM- Presiden Joko Widodo resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Gatot Nurmantyo. Itu artinya, Gatot akan segera menjadi warga sipil. Tentu dirinya punya hak dipilih dan memilih, karena aturan TNI melarangnya.

Bagimana langkah Gatot untuk 2019, dari berbagai pertanyaan yang ditujuakannya saat menjadi panglima Gatot enggan menjawab apakah dirinya akan ikut dalam pertarungan Pilpres nanti. Padahal, dari hasil survey beberapa lembaga nama Gatot mulai diperhitungkan. Sedikitnya dia memiliki 3 persen suara.

Menanggapi apakah Gatot akan masuk ke dunia politik, Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan Gatot punya hak untuk memilih dan dipilih usai menjadi anggota TNI. “Setelah menjadi sipil, dia berhak dipilih dan memilih. Kalau pas jadi TNI kan tidak bisa,” kata Meutya kepada wartawan di DPR, Jumat (8/12).

Golkar kata Meutya akan menerima Gatot dengan tangan terbuka jika dirinya ingin mengikuti jejak seniornya untuk bergabung di partai politik. “Apalagi, beliau kan sempat menjadi Panglima TNI dan Golkar memiliki banyak purnawiran TNI dalam kepengurusan,” ucapnya seraya menunggu kepastian dari sikap Gatot untuk bergabung dan terjun ke dunia politik atau tidak.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN, Hanafi Rais menjelaskan pihaknya meminta kepada Gatot untuk beristirahat beberapa waktu sampai Februari 2018, tepat di saat KPU memberikan pengumuman partai mana saja yang lolos pemilu.

“Tunggu dulu sebentar. Setidaknya sampai Februari tahun depan, baru bisa dibicarakan semuanya. he-he-he,” kata Hanafi seraya tersenyum.

Sedang Sekjen PPP, Arsul Sani mengatakan pihaknya masih membuka peluang bagi Gatot Nurmantyo apabila nantinya Joko Widodo sebagai calon presiden yang diusung PPP memilih jenderal Bintang Empat itu sebagai pasangan.

“Atau setidaknya, ada dorongan dari kader untuk mencalonkan Pak Gatot sebagai pasangan Pak Jokowi,” ucapnya.

Terpisah, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak menutup kemungkinan untuk terjun ke dunia politik. “Saya sebagai seorang prajurit, kalau sudah pensiun manakala negara memanggil, sekecil apapun saya siap, ya apapun yang diminta negara, nyawapun saya berikan,” kata Gatot.

Menurut Gatot, kemungkinan maju untuk pertarungan Pilpres 2019 merupakan persoalan nanti, terlebih saat ini dirinya masih menjabat sebagai pimpinan tertinggi di tubuh TNI. “Saya katakan nanti sajalah kita lihat, sekarang ini kan secara defacto dan dejure saya masih Panglima TNI,” ucap Gatot.