Polisi Akan Ungkap Korupsi Djarot di Proyek Reklamasi

JAKARTA, ADATERUS.COM- Polisi terus mengembangkan kasus dugaan korupsi proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Kali ini, mantan Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat akan diperiksa untuk mengungkap kasus yang dinilai merugikan Negara. Mungkinkah Djarot akan menjadi tersangka?

“Pasti kami panggil semua yang ada kaitannya dengan semua itu, pihak KJPP (Kantor Jasa Penilaian Publik) pun kita ambil keterangannya untuk mengetahui tahapan pelaksanaannya. Begitu juga Pak Djarot, kita lihat proses penyelidikannya, apakah akan dipanggil juga atau tidak,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan di Jakarta, Kamis (9/11).

Dia menambahkan, semua pejabat yang berkaitan dengan proyek reklamasi tentu bakal dipanggil polisi untuk dimintai keterangannya. Adapun pengungkapan kasus korupsi proyek reklamasi itu didasarkan pada undang-undang korupsi. “Nanti kita lihat perkembangannya siapa-siapa saja yang akan dimintai keterangannya,” kata Adi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, akan memeriksa Kepala BPRD DKI Edi Sumantri dan Kepala Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) DKI Dwi Hariyanto. Keduanya akan dicecar terkait dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Pokoknya soal NJOP yang ditanyakan, namanya NJOP kan nilai. Nilai itu berarti angka, apakah nilai itu ada perbedaan atau tidak, sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/11).

Polisi sendiri telah memeriksa sekitar 30 saksi hingga penyelidikan kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan. Peningkatan status perkara itu dilakukan lantaran polisi telah menemukan indikasi pidana pada proyek tersebut. Namun, polisi belum membeberkan secara gamblang duduk perkara dugaan korupsi tersebut. Polisi juga belum mengungkapkan kerugian negara akibat dugaan tindak pidana yang ditemukan. “Masih kami dalami, berapa kerugian negara, kami periksa, faktanya seperti apa, kejanggalan seperti apa,” ucap Argo.