Awas Operasi Zebra, Lengkapi Surat-surat Kendaraan Anda

JAKARTA, ADATERUS.COM- Jika Anda berpergian dengan kendaraan pribadi dan surat-suratnya tidak lengkap sebaiknya ditunda dulu. Soalnya, polisi tengah gencar-gencaranya melakukan operasi Zebra. Polisi pun akan langsung menindak tegas pengguna kendaraan bermotor yang dinilai melanggar aturan lalu lintas.

Disampaikan oleh Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Kombes Benjamin, untuk sepeda motor harus dilengkapi dengan dua spion dan pelat nomor sesuai yang dikeluarkan polisi. Sementara mobil, pengemudinya harus menggunakan sabuk pengaman, tidak boleh berkendara sambil menggunakan ponsel, serta wajib melengkapi surat, seperti STNK dan SIM.

“Fokus semua poin itu, tetapi untuk target setiap Polda Metro berbeda-beda, tergantung banyak pelanggaran apa yang terjadi di setiap daerah,” kata Benjamin, belum lama ini.

Benjamin menambahkan setiap jenis pelanggaran punya besaran denda yang berbeda-beda.
“Semuanya kami sesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ucap Benjamin.

Selama operasi berlangsung dari tanggal 1 November 2017 Polisi telah menilang 16.006 pengendara dari 17.738 yang terjaring selama operasi. 17.738 hanya mendapat teguran dari kepolisian.

Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto mengatakan, jumlah pelanggar pada Operasi Zebra 2017 menunjukkan peningkatan ketimbang tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya, jumlah pelanggar selama dua hari pertama sebanyak 12.426 pengendara. 10.889 Pengendara ditilang, 1.537 mendapat teguran,” ujar Budiyanto melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (3/11).

Jumlah pelanggar lalu lintas dan dikenai tilang terbanyak berada di wilayah Jakarta Timur yakni mencapai 2.535 pengendara. Kemudian, wilayah Jakarta Barat sebanyak 2.232 pengendara, dan wilayah Jakarta Utara sebanyak 1.796 pengendara.

“Pelanggaran didominasi pengendara sepeda motor sebanyak 11.330. Jenis pelanggarannya paling banyak melanggar rambu berhenti dan parkir yakni 1.867 serta melawan arus sebanyak 1.791 pelanggaran,” ujar Budiyanto.