GMAKI Laporkan Politisi NasDem ke KPK

JAKARTA, ADATERUS.COM- Politisi Partai NasDem, Amelia Anggraini dilaporkan oleh aktivis 98 yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (GMAKI) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), atas dugaan korupsi alat kesehatan senilai Rp 20 Miliar dan beberapa proyek DAK di Kebumen.

Dari data yang diberikan oleh GMAKI ke KPK Amelia yang juga anggota DPR RI ini diduga mengatur sejumlah proyek dan pengadaan alat kesehatan. “Kami sudah melaporkan Amelia ke KPK tanggal 30 Oktober kemarin,” kata Koordinator GMAKI, Choir kepada wartawan, Rabu (1/11).

Dijelaskan Choir Amelia diduga menerima fee dari pengajuan proyek DAK Kebumen tahun 2015 senilai Rp 70 M dan Banjarnegara Rp 100 M. “Pengajuan dilakukan sebelum pilkada KEBUMEN 2015, kemudian Pak Ayub (Pilkada Kebumen) melakukan pengajuan ke SEKDA KEBUMEN (Adi Pandoyo). Pak Ayub mengajukan anggaran permintaan proyek turun senilai 70 M. Pak Fuad turun 100 M di Banjarnegara, TRADHA GROUP yang mengerjakan. Pengajuan semua DAK melalui Amelia,” ujar Choir.

Ada beberapa saksi yang diduga mengetahui penerimaan fee oleh Amelia dari proyek tersebut, adalah Hasbulloh dan Agandha Armen. “Tanda terima sekitar 5 M untuk Amelia dipegang oleh Hasbulloh,” kata Choir.

Sementara untuk proyek alat kesehatan di RSUD Sudirman Kebumen dengan total anggaran Rp 10 M dan RSUD Prembun Kebumen Rp 10 M. “Pengadaan bermasalah diperiksa oleh Inspektorat daerah. Yang terlibat DPR RI Amelia Anggraini, Dokter Ibnu (adik Pak Fuad), Agung Prabowo (Wakil Ketua DPRD Kebumen). Yang mengatur lelang SEKDA (Adi Pandoyo) dan Pak Teguh (Ketua ULP),” paparnya.

Kasus ini juga sudah menetapkan Sekda Nonaktif Kebumen dan Anggota DPRD menjadi tersangka. GMAKI meminta agar KPK segera merespon laporannya. “Kami meminta agar kasus ini segera diungkap, dan Amelia ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Uchok.

Saat dikonfrimasi Amelia mengaku belum mendengar dan tidak ada nama diriinya. “Saya tidak pernah involve kaitan dengan SKPD Kebumen terkait kasus tersebut. Tugas saya sesuai tupoksi Komisi IX, tidak pernah berhubungan dengan urusan lain di Kebumen,” kata Amelia dalam pesan singkatnya seraya mengatakan tidak ada DAK yang turun di Kebumen dari NasDem.

Tidak hanya itu, Amelia juga membantah soal alat kesehatan. Kata dia pihaknya tidak pernah menurunkan bantuan alat kesehatan di Kebumen. Semua kata dia harus melalui e-planning sesuai prosedur. “Silahkan di chek ke SKPD terkait di Kebumen, apakah saya pernah menurunkan alat kesehatan,” ucap Amelia yang juga dirinya mengaku jika tidak mengenal nama-nama yang disebutkan di atas. Aganda dan Hasbulloh adalah 2 tenaga ahli yang sudah 2 tahun resign.