Partainya Yusril dan Rhoma Tidak Ikut Pemilu 2019?

JAKARTA, ADATERUS.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menutup pendaftaran partai peserta pemilu 2019. Hanya 14 partai yang dinyatakan lolos dari 27 yang mendaftar, 13 partai lainnya dinyatakan tidak lolos karena tidak melengkapi dokumen administrasinya.

Dari 13 partai yang tidak bisa melengkapi dokumennya, ada nama Partai Bulan Bintang (PBB) pimpinan Yusril Ihza Mahendra dan Partai Idaman pimpinan Raja Dangdut Rhoma Irama.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tantowi mengatakan pihaknya sudah melakukan pervikasi dan memastikan hanya 14 partai politik yang lolos seleksi pendaftaran untuk ikut bertarung di pemilu 2019 mendatang. “Fiks saya katakan 14 partai itu lolos,” kata Pramono, Kamis (19/10).

Diberitakan sebelumnya, pendaftaran dan pelengkapan dokumen bagi partai politik yang ingin ikut serta dalam Pemilihan Umum 2019 telah berakhir. Data dari Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU disebutkan bahwa 14 partai nasional telah melengkapi dokumen.

Dengan demikian ke-14 partai itu siap mengikuti Pemilu 2019. Sementara, 13 partai lainnya yang ikut mendaftar dinyatakan kurang melengkapi dokumen.”Tidak ada perpanjangan waktu (pernyerahan berkas),” ujar Pramono.

Hal yang sama disampaikan oleh Komisoner lainnya, Evi Novida Ginting. Kata dia ada 13 parpol yang dokumen persyaratannya tidak lengkap. “13 (parpol) inikan tidak lengkap ya, kemarin itu kita sudah selesaikan pemeriksaan,” ujarnya.

Evi mengatakan, KPU akan segera memberitahukan status dari seluruh partai politik yang mendaftar pada tanggal 3 -16 Oktober lalu. Partai yang dinyatakan lengkap akan melanjutkan ke proses penelitian administrasi.

“Selanjutnya tentu kami akan beritahukan terkait dengan status ke 27 (parpol), untuk lanjut ke penelitian administrasi dan yang tidak dilanjutkan pada penelitian administrasi. Jadi ini tentu akan kita beritahukan kepada masing-masing partai politik,” kata Evi.

Evi mengatakan partai yang dokumen persyaratannya tidak lengkap, tidak dapat dilanjutkan ke proses penelitian administrasi. Ia juga mengatakan proses ini hanya dapat dilakukan parpol yang dokumennya dinyatakan lengkap.

“Yang tidak lengkap tentu tidak bisa kita teliti administrasi. Kita kan akan meneliti administrasi, salam tahapan administrasi ini yang kita lakukan mereka yang sudah kita nyatakan lengkap dalam tahap pendaftaran,” kata Evi.

Dokumen parpol yang dinyatakan tidak lengkap akan dikembalikan ke parpol masing-masing. Evi mengatakan saat ini dari ke 13 parpol, beberapa di antaranya telah membawa pulang kembali berkasnya. “Sampai saat ini ada yang sudah membawa (berkas), ada yang (berkasnya) masih dikantor kita,” ujar Evi.

Dilansir dari sistem informasi partai politik (sipol) KPU, 14 parpol yang dokumennya sudah diterima KPU adalah Partai Perindo, PSI, PDI Perjuangan, Hanura, NasDem, PAN, PKS, Gerindra, Golkar, PPP, Berkarya, Demokrat, PKB, dan Garuda.

Sedangkan 13 parpol yang ditolak adalah Partai Indonesia Kerja (Pika), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bhineka Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), PNI Marhaenisme, Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Rakyat, Partai Reformasi, Partai Republik, Partai Republikan, serta Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo).(OTK)