Hina Suku Bugis, Mahathir Dikecam dan Harus Minta Maaf

JAKARTA, ADATERUS.COM- Pidato mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad di acara Himpunan Anti Kleptokrasi di Padang Timur mendapat protes keras mantan Ketua KNPI Andi Yuslim Patawari. Pidato Mahathir dinilai telah melampau batas dan rasis karena ada unsur menghina bangsa Bugis.

Dalam pidato yang terekam dalam sebuah video berdurasi 2.48 menit Mahathir awalnya menyindir pemimpin Malaysia Najib Razak dengan sebutan pencuri, dan dia menyebut karena keturunan Bugis Sulawesi. “Negara kita hari ini dipimpin oleh perdana menteri pencuri, penyabung, perompak. Inilah negara kita. Mungkin karena dia berasal keturunan suku Bugis di Sulawesi, Indonesia. Dia datang ke Malaysia seperti perompak kembali lah ke bugis, karena kamu adala bencana,” kata Mahathir dalam pidatonya.

“Mungkin kerana dia (Najib Razak) berasal dari lanun Bugis. Entah macamana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi baliklah ke Bugis,” ujarnya lagi.

Tentu hal tersebut sangat disesalkan. Andi Yuslim salah satu Akdemisi sekaligus pengusaha keturunan Bugis mengatakan dirinya sebagai masyarakat adat bugis mengecam keras dan meminta kepada Tun Dr Mahathir Mohamad meminta maaf secara resmi kepada Kerajaan Bugis dan Masyarakat Adat.

“Saya sebagai Putra Bugis sangat tersinggung ucapan tersebut. Silahkan menghina pribadi Najib Razak tapi jangan membawa suku karena sama saja menghina suku Bugis yang ada di dunia dan itu fatal konsekwensinya,” kata Andi Yuslim dalam keterangan persnya, Selasa (17/10).

Atas pernyataan tersebut, Yuslim mengatakan Tun Dr. Mahathir Muhamad bukan tokoh yang patut di teladani karena tidak bisa menjaga ucapannya yang telah melukai perasaan orang keturunan Bugis. Ini bisa menimbulkan konflik antar suku.

“Keturunan bugis banyak yang sukses di Malaysia dan menjadi warga negara malaysia kalau mereka tersinggung bisa kacau itu malaysia dibuat karena ada rasa malu “Siri” yang di pegang teguh apabila sudah dihina lebih membunuh atau mati,” tegasnya seraya mengingatkan Mahathir dengan pepatah Bugis yang berbunyi Siri Emmi Ri Onroang Ri Lino (Hanya rasa malu Yang menjadikan kita hidup di Dunia).(OTK)