Kenapa Sih Seragam TNI Harus Motif Loreng? Ini Jawabannya

JAKARTA, ADATERUS.COM- Kenapa sih seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) identik dengan motif loreng? Bahkan, senjatanya juga harus diwarnai loreng. Untuk sebagian orang mungkin jadi tanda tanya, kenapa harus loreng? Berikut penjelasannya.

Ternyata warna loreng ini punya tujuan khusus, seperti dilansir dari kodam17cendrawasih.mil.id disebutkan motif loreng ini berguna untuk melakukan penyamaran atau kamuflase. Sehingga, keberadaan Anggota TNI tidak bisa terdeteksi musuh. Ini termasuk dalam teknik survival.

“Bahkan untuk perlengkapan pun ikut diwarnai motif loreng agar bisa ‘menyatu’ dengan seragam saat perang,” tulis dalam laman tersebut.

Merujuk kepada sejarah seragam tentara sebelum masa Perang Dunia I, para tentara tidak terlalu mempedulikan soal kamuflase. Mereka beranggapan dengan memakai seragam militer berwarna mencolok dapat menakuti musuh.

Namun di tahun 1800-an, muncul lah tren memakai seragam loreng di kalangan tentara. Pada motif loreng seragam TNI terdiri dari tiga warna, yaitu hijau, hitam, dan cokelat. Masing-masing dari warna itu mewakili kondisi di Indonesia yang dipenuhi pepohonan, tanah, dan kayu.

“Motif loreng pada seragam TNI disebut pola m 81 Woodland. Motif tersebut mulai terkanal pada tahun 1981 dan digunakan oleh tentara Inggris saat berperang melawan Argentina memperebutkan Kepulauan Falkland atau Malvinas. Maka tak heran jika sebagian orang menyebut motif loreng ini sebagai loreng-loreng Malvinas,” (OTK)