Sangat Tidak Beretika, Pulang Umroh KaBais Mendadak Diganti

JAKARTA, ADATERUS.COM- Pergantian Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah usai pulang umroh dinilai sangat berlebihan. Apalagi, kabar pergantian tersebut diterima usai mendarat di Seokarno Hatta. Sedarurat itukah TNI sekarang, sehingga orang pulang umroh langsung dicopot dari jabatan.

Seperti disampaikan oleh mantan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Purn Suryo Prabowo. Menurutnya, apakah TNI dalam keadaan darurat ? Sehingga Ka Bais TNI hari ini pkl 13.00 tiba-tiba sertijab. Padahal Ka Bais lama, Mayjen TNI Ilyas baru balik dari umroh pkl 10.20. “Mayjen Ilyas baru 2 bln menjabat. Sebelumnya saat jadi Dankolakops TNI Tinombala dinilai berhasil melumpuhkan Santoso di Poso,” tulisnya Suryo di akun twitternya, @marierteman.

Pergantian ini juga mendapat respon dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyono. Dia menyebut bahwa pergantian mendadak apalagi pulang dari umroh sangat tidak beretika. Ditambah, Mayjen Ilyas baru menjabat sekitar 2 bulan. Dia menduga, ada unsur politik jelang pemilu 2019.

“Ini ada semacam subjektifas. Orang baru pulang umroh langsung diganti. Tidak ada kesalahan yang patal dilakukan oleh Ilyas. Saya menduga ada hubungannya dengan pemilu 2019. Dimana menempatkan Kabais yang nantinya bisa menjalankan perintah-perintah Jokowi untuk Pilkada dan Pilpres,” kata Arief saat dihubungi.

Pergantian ini kata Arief memang haknya Panglima TNI. Meski baru menjabat seminggu kemudian diganti itu haknya Panglima. Tapi, ini terlihat sekali Panglima ini menjalankan misi Jokowi.

“Saya tidak yakin TNI tidak berpihak, karena dia pasti netral dengan sumpah sapta marganya. Saya juga melihat pergantian ini Panglima menggunakan faktor like n dislike dalam pergantian ini. Dan aksi Panglima membuat hangat tubuh TNI, ini berbahaya,” jelasnya.

Arief meminta seluruh prajurit tetap tenang dalam menghadapi kegaduhan ini. Dirinya yakin, prajurit TNI netral meski Panglima TNI berpihak ke Jokowi. “Jokowi terlihat ketakutan karena surveinya terus melorot. Saya juga takut Kabais ini akan melakukan operasi senyap,” tutupnya.

Berbagai komentar pun bermunculan di Twitter. Ada yang mengatakan ini adalah bagian dari strategi Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019. Seperti dituliskan oleh akun @mochag23 “Yg darurat bukan TNI nya pak, tapi yg pengen 2 periode,”. @ZAEffendy menulis “Seperti halnya pergantian Panglima TNI yg terkesan mendadak & tergesa-gesa?”

Diketahui jabatan Kepala Bais baru saja dipindahkan dari Mayjen Ilyas Alamsyah, perwira tinggi TNI AD, kepada Marsda Kisenda Wiranata Kusuma, yang merupakan perwira tinggi TNI AU. Keputusan tersebut dikeluarkan pada Selasa (19/12) kemarin dengan Nomor Kep/1042/XII/2017.

Panglima Hadi tak banyak bicara soal pilihannya itu. Untuk diketahui, ini kedua kalinya perwira TNI AU menjabat sebagai Kepala Bais. Posisi Kepala Bais pernah disandang oleh perwira tinggi dari tiga matra TNI. Namun selama ini posisi tersebut kebanyakan diisi oleh jenderal angkatan darat

“Penjelasan saya sudah tahu, kan? Profesionalitas dan manned system di jabatan TNI,” ujar Marsekal Hadi saat ditanya soal dipilihnya pati TNI AU untuk posisi Kepala Bais.

Hal tersebut disampaikan Hadi di Markas Divisi I/Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/12). Sebelum mengeluarkan mutasi soal Kepala Bais, Marsekal Hadi baru saja mengeluarkan surat keputusan untuk menganulir mutasi 16 pati.

Pembatalan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI. Keputusan itu disebutkan perubahan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh Jenderal Gatot Nurmantyo pada 4 Desember 2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI atas nama 84 perwira tinggi TNI, termasuk Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi.

“TNI memiliki petunjuk administrasi yang baku dan di situ dilaksanakan mulai bertahap, mulai dari satuan bawah. Artinya mulai dari pembinaan kesatuan sampai dengan masuk kepada Mabes TNI. Jukmin (petunjuk pimpinan) yang baku itu tidak mengenal yang namanya like and dislike,” terang Hadi menjelaskan soal anulir mutasi 16 pati.