Proses Mutasi Sudah Benar, Gatot Tak Masalah Keputusannya Dianulir

JAKARTA, ADATERUS.COM- Meski mutasi dibatalkan oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Gatot Nurmantyo masih berpikir postif. Dirinya menghargai keputusan Hadi yang membatalkan 16 mutasi dari 85 Pati TNI. Seperti sudah tahu akan dibatalkan, Gatot mengaku dirinya sengaja tidak melantik para perwira yang dia mutasi. Menurutnya, ini dilakukan agar menjadi pertimbangan Hadi untuk mengevaluasi.

“Saya sengaja tidak melantik mereka agar Panglima yang baru bisa melakukan evaluasi. Namanya evaluasi, bagaimana yang terbaik bagi beliau (Hadi),” kata Gatot usai menghadiri Sewindu Haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).

Namun Gatot meyakinan apa yang dia lakukan memutasi beberapa perwira TNI sudah sesuai dengan pertimbangan yang benar. Karena sudah melalui pertimbangan dari BIN, Lemhanas dan para Kepala Staf Angkatan TNI.

Jadi kata Gatot dirinya tidak mempermasalahkan pembatalan mutasi beberapa perwira oleh Hadi. Karena memang dirinya sudah bukan lagi Panglima TNI. “Hak prerogatif beliau dong. Sekarang saya bukan Panglima TNI,” tegasnya.

Di tempat Haul saat menyampaikan testimoni, Gatot menyampaikan beberapa pandangan terkait dengan sosok Gus Dur. Selain bapak bangsa, Gatot menyatakan Gus Dur adalah sosok yang mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia.

“Gus Dur dilahirkan dari ayah yang juga seorang anggota penyusun persiapan kemerdekaan bangsa ini. Jadi pantas bila Gus Dur berasal dari keturunan yang jelas dari akumulasi persatuan bangsa ini,” ujarnya.

Bagi Gatot, ajaran dan pengabdian Gus Dur merupakan pelajaran yang berharga. Gus Dur, menurutnya, mampu membawa Islam yang damai, sejuk, dan bertoleransi. “Gus Dur membawa Islam yang damai, sejuk, dan bertoleransi dalam keberagaman bangsa ini. Bahkan ajaran itu menginspirasi saat beliau menjadi presiden dalam Bhinneka Tunggal Ika yang melekat pada kemajemukan dan keberagaman bangsa,” jelas Gatot.

Agama yang dibawa Gus Dur semasa hidup dinilai menjadi sarana pemersatu bangsa tanpa melihat perbedaan. Jenderal Gatot juga mencontohkan beberapa negara yang terpecah karena permasalahan agama.

“Menengok ke belakang, sekarang saya mengerti sikap Gus Dur kenapa beliau seakan dikejar-kejar kalau menyangkut keberagaman, sudah ada contoh agama memecah dua negara, Yugoslavia pecah jadi 7 karena agama, Uni Soviet pecah jadi 15 negara juga karena agama,” papar jenderal bintang empat ini.

“Tapi Gus Dur mempersatukan keberagaman tak hanya agama, beda kulit rambut, beda bahasa, beda pulau, bahkan suku. Kalau itu tidak ditemukan keberagamannya sudah lama negara ini pecah,” tandasnya.(OTK)