Mudik Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Temukan 50 Persen Bus Tak Laik Jalan

JAKARTA, ADATERUS.COM- Masyarakat yang akan melakukan mudik Natal dan Tahun Baru untuk berhati-hati menggunakan kendaraan umum. Soalnya, Kementerian Perhubungan menemukan hamper 50 persen kendaraan seperti bus yang tidak laik beroperasi.

Seperti disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihantono. Pihaknya sudah melakukan pengecekan. “Kami lakukan ramp check kepada bus, dan yang tidak laik jalan hampir 50 persen,” kata Bambang dalam acara Forum Merdeka Barat 9 di Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (21/12).

Dijelaskan secara detail bus yang telah menjalani ramp check dan dinyatakan tidak laik beroperasi kebanyakan kondisi ban yang masih menggunakan ban vulkanisir, tidak beroperasinya rem tangan, kaca spion rusak, tidak tersedianya pemecah kaca apabila dalam keadaan darurat hingga tidak adanya Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pihaknya kata Bambang telah manandai bus-bus yang tidak laik beroperasi tersebut dengan menggunakan stiker. “Ada sekitar 16 persen bus yang terpaksa ditilang karena tetap beroperasi meski sudah dipasangi stiker,” paparnya.

Bambang pun menegaskan kepada PO bus agar diharuskan untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap bus yang tidak layak beroperasi tersebut. “Kami imbau, mengharuskan agar semua PO Bus melakukan perbaikan-perbaikan. Kalau tidak, masyarakat akan kekurangan alat transportasi,” ucap Bambang.

Untuk menjaga keselamatan para penumpang, Bambang mengatakan Kementerian Perhubungan terus melakukan ramp check kepada bus yang beroperasi, mulai dari tanggal 14 November 2017 lalu dan terus dilakukan pengecekan secara berkala.

Terpisah, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memprediksi arus mudik libur Natal dan Tahun Baru akan dimulai Jumat (22/12). Karena liburan ini relatif panjang. Natal jatuh pada tanggal 25 hari Senin dan tanggal 26 cuti bersama. “Jadi Jumat (22/12) nanti itu sudah mulai peningkatan terutama arus mudik,” kata Tito.

Karena itu, Tito meminta jajaran Polri dan instansi terkait lainnya bersiap menjalankan tugas. Operasi Lilin akan digelar dari 22 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018. “Ada beberapa atensi Operasi Lilin yang berlangsung dari 22 Desember sampai 2 Januari. Pertama terorisme, kita sudah lakukan oprasi, sudah 22 orang yang kita tangkap,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh PT Jasa Marga yang memprediksi puncak arus mudik liburan Natal dan tahun baru terjadi pada Jumat (22/12) besok. Jasa Marga memprediksi ada 106 ribu kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang Utama.

“Kita perkirakan jalur Jakarta-Cikampek (menjadi) jalur utama. Yang meninggalkan Jakarta kami perkirakan 106 ribu kendaraan,” ujar Manager Corporate Secretary PT Jasa Marga Agus Setiawan.

Menurut Agus, peningkatan arus kendaraan keluar dari Jakarta diperkirakan 30 persen dari hari biasa, yakni 70 ribu kendaraan yang melintas per hari. Peningkatan arus kendaraan juga diprediksi terjadi di Cileunyi dan Ciawi.

“GT Cileunyi diprediksi mengalami kenaikan 34 ribu kendaraan atau naik 21 persen dari lalin normal 28 ribu kendaraan. Sedangkan GT Ciawi diprediksi meningkat 36 ribu kendaraan atau naik 17 persen dari lalin normal 31 ribu kendaraan,” ujarnya.

Agus menjelaskan antisipasi kemacetan akibat lonjakan jumlah kendaraan di gerbang tol berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, pembayaran di gerbang tol saat ini menggunakan transaksi nontunai.

“Kelancaran di gerbang tol kan sekarang transaksi kita pakai nontunai dan antisipasi antrean kita siapkan reader alat untuk membaca kartu elektronik yang mobile dibawa petugas kita,” imbuhnya.

Pihak Jasa Marga juga menyediakan alat untuk isi ulang kartu e-toll. Hal itu dilakukan untuk memfasilitasi pengguna kendaraan yang belum mengisi ulang kartu e-toll. Selain itu, akan dihentikan sementara pengerjaan proyek pembangunan di ruas tol. Ini dilakukan untuk memastikan keamanan jalur.