Jenderal Gatot: Urat Takut Saya Sudah Putus


JAKARTA, ADATERUS.COM-
Isu Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan maju di Pilpres 2019 mendatang hanya sebuah isu yang dilontarkan oleh sebelah pihak. Jenderal Gatot mengatakan dirinya untuk saat ini fokus bekerja untuk bangsa dan Negara.

Kepada wartawan belum lama ini, Jenderal Gatot mengatakan apa yang dilakukan selama ini tidak seperti yang dipikirkan. Karena kata dia, banyak yang tidak senang terhadap dirinya. “Sejak saya instruksikan putar film G30S/PKI banyak yang gak senang sama saya. Tapi emangnya gue pikirin. Saya hanya berpikir untuk bangsa ini, untuk anak cucu kita, agar mereka tetap bisa hidup aman,” tegas Gatot.

“Urat takut saya sudah putus. Saya sudah kena tembak beberapa kali (sambil memegang paha). Dalam kondisi seperti ini mari kita semua berpikir dan bertindak untuk anak cucu kita. Tuhan akan memberi azab di dunia dan di akhirat. Pada saat kita tidak sadar, pada saat kita tidak siap. Makanya saya selalu ingatkan ke prajurit saya supaya tidak boleh takut,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah kondisi sekarang sudah sedemikian mengkhawatirkan? Jenderal Gatot mengatakan dirinya kemana-mana kerap bercerita tentang proxy war. Ini menurutnya, sudah masuk ke semua lini. Di TNI pun ada. Itu yang mengancam negara Indonesia. “Kalau kita semua tidak berpikir untuk NKRI tinggal tunggu waktu saja hancurnya,” jelas Panglima.

Gatot mengaku berani bicara keras karena dunia ke depan sangat tergantung hidupnya dengan yang ada di ekuator. Dan dari semua wilayah ekuator itu yang paling indah dan kaya adalah Indonesia. “Lalu apa yang kita persiapkan untuk anak cucu kita? Kalau kita masih berpikir sektoral, terkotak-kotak terus, tunggu waktu hancur. Lalu bagaimana dengan anak cucu kita? ,” ujar Jenderal bintang empat kelahiran Tegal ini.

Namun demikian, Jenderal Gatot meminta kepada semua anak bangsa untuk terus berpikir untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Harus berpikir seperti pendahulu-pendahulu bangsa ini. Dimana, mereka tidak memikirkan agama, suku, golongan, kepentingan kelompok, bahkan memikirkan kepentingan pribadi. Tapi bersama-sama memikirkan bangsa negara ke depannya.

“Maka mereka membuat benteng, yaitu UUD 1945 dan Pancasila. Itu semua adalah bagaimana agar anak cucunya selamat. Dan beliau-beliau para pendiri bangsa itu berhasil. Terbukti sampai sekarang anak cucunya bangsa ini masih selamat,” ujarnya.

Terkait dengan pergantian dirinya, Jenderal Gatot menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo. Baginya pergantian itu wewenang presiden. Yang pasti dirinya sudah bersiap-siap untuk pindah dari rumah dinas. Karena, kata dia setelah keluar SKEP dirinya harus pindah.

“Saya dan istri saya sudah siap-siap. Barang-barang saya sudah saya pindah-pindahin dari rumah dinas. Karena begitu keluar SKEP saya pindah, tempat itu harus sudah rapi semuanya. Saya tunjukkan sama pengganti saya. Karena sebentar lagi saya pensiun, saya harus contohkan kepada adik-adik saya. Pesan ini yang saya sampaikan,” ujarnya.