Sang Maestro Kuliner Meninggal, Keluarga Ikhlas

JAKARTA, ADATERUS.COM- Keluarga Bondan Winarno mengaku ikhlas melepas kepergian sang penikmat makanan yang akrab dengan Maknyusnya. Baik istri maupun sang anak mengaku ikhlas, meski sangat berduka atas kepulangan Bondan.

“Sangat berduka. Tapi ibu saya sudah relakan dan sangat siap. Saat dokter mengatakan sudah sulit bertahan, dia (Yvonne) bilang sudah merelakan,” kata Eliseo Winarno di Rumah Sakit Harapan Kita, Rabu (29/11).

Bondan telah menjalani dua operasi jantung selama 2017 ini. Akhirnya Bondan mengembuskan nafas terakhirnya pada pukul 09.30 WIB tadi pagi. Tak ada tanda-tanda khusus bahwa Bondan akan meninggal dunia.

“Tidak pernah tinggalkan tanda-tanda, dan menyuruh kita untuk kuat dan lakukan operasi dengan damai,” kata Eliseo.

Bondan lahir di Surabaya, 29 April 1950. Dia kini dikenal sebagai pakar kuliner dengan ungkapan khasnya, “Maknyus!” Sebelumnya, dia merupakan wartawan dan pengusaha. Dia meninggalkan tiga orang anak.
Eliseo Winarno menambahkan meninggalnya sang ayah karena kondisi jantung. Meninggalnya Bondan tak terkait dengan gaya hidup yang suka menikmati makanan ‘maknyus’.

Bahkan, dikatakannya, hidup Bondan selalu taat pada ketentuan kesehatan. Bondan adalah pria yang disiplin. “Gaya hidup beliau sangat disiplin, jadi tidak ada hubungannya dengan gaya hidup kuliner,” ujarnya.

Dikatakannya, Bondan sudah menjalani operasi jantung dua kali sepanjang 2017. Operasi pertama dijalani pada September lalu. Lalu operasi kedua dijalani pada Kamis (23/11) pekan lalu.

Bondan, disebutnya, rutin memeriksakan kondisi kesehatan di Malaysia. Dia biasa berangkat ke Malaysia bersama istri. Pemeriksaan medis dilakukannya terakhir tahun ini, jauh sebelum operasi pertama.

Sebelum meninggal, Bondan sudah dirawat di RS Harapan Kita, Jakarta Barat, selama dua pekan lebih. Kemudian pakar kuliner itu mengembuskan napas terakhir pada hari keenam pascaoperasi, yakni tadi pagi pukul 09.30 WIB.