Waketum Gerindra: Charles Honoris Jangan Asbun Soal Pergantian Panglima TNI

JAKARTA, ADATERUS.COM- Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menilai pernyataan Charles Honoris tidak berkompeten sebagai orang yang meminta untuk Presiden melakukan pergantian Panglima. Aktivis yang juga ketua serikat karyawan BUMN itu justru tak melihat Gatot berpolitik selama ini.

“Saya tidak melihat ya Panglima TNI berambisi dengan politik saat ini, apa yang dilakukan oleh Panglima masih koridornya sebagai pimpinan militer,” ujarnya

Arief juga melihat motif di balik desakan Charles kepada Presiden Jokowi mengganti Panglima sebagai sikap ketakutan dan tingginya rasa curiga.

“Perlu dicatat, kinerja Panglima TNI dalam membantu Presiden untuk menjaga keamanan negara dari infiltrasi asing sangat berhasil loh dan hubungan Panglima dan Presiden baik-baik saja kok,” demikiam Arif.

Desakan agar pergantian Panglima bukan kali ini saja dilontarkan Charles. Dirinya pernah meminta agar Gatot diganti waktu kasus dengan Australia. “Kenapa dia begitu benci dengan Panglima? Apa sih yang sudah diberikan oleh dia selama di DPR untuk bangsa ini. Dulu dia meminta diganti, sekarang juga begitu, aneh anggota DPR yang satu ini,” ujarnya.

Waktu Moeldoko kata Arief juga seperti itu. Charles meminta pergantian. Arief meminta Charles jangan obok-obok TNI dengan stetmen yang tidak bermutu. “Saya minta jangan asbun lah dia, Charles jangan benci dengan TNI. Pak Gatot sudah berbuat yang terbaik untuk bangsa, seperti operasi senyap pembebasan sandera di Papua,” tandasnya.

Diketahui Diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (18/11), Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris mengatakan Presiden Joko Widodo seharusnya segera mengganti Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. “Kelihatannya Pak Gatot memiliki ambisi politik. Jadi tidak ada salahnya Presiden segera mengganti Pak Gatot,” ujar Charles