Minta Panglima TNI Diganti, Mulut Charles Honoris Harus Dilakban

JAKARTA, ADATERUS.COM- Pernyataan Anggota DPR RI Komisi I dari PDI Perjuangan Charles Honoris yang mendesak agar Presiden Jokowi segera mengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan bentuk pelecehan terhadap kewenangan Presiden.

Mengingat Jenderal Gatot Nurmantyo sangat loyal terhadap NKRI, Sapta Marga dan Presiden Jokowi. Hal tersebut disampaikan dalam pidato Panglima TNI di depan ribuan kader Partai NasDem beberapa waktu lalu.

“Kalau Charles Honoris minta seperti itu ke Presiden, kurang etis caranya. Pergantian Panglima TNI itu mutlak hak dari Presiden Jokowi,” kata Choir, Pemerhati TNI yang juga Exponen ‘98 di Jakarta, kemarin.

Choir menilai semakin hari semakin menguat dukungan masyarakat terhadap Jenderal Gatot Nurmantyo. Dia menduga Charles merasa ketakutan dengan peran serta TNI sebagai institusi negara dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Jika kedekatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan semua kelompok baik kelompok Islam maupun kelompok Nasionalis dianggap sebagai langkah politik oleh Charles Honoris, ini merupakan pernyataan yang kurang tepat. Mengingat sebagai institusi negara bahwa TNI tidak berpolitik.

“Ini Charels ini perlu dilakban mulutnya biar tidak benci sama panglima dan TNI. Jangan seperti Iwan Bopeng yang asal cuap-cuap mau potong leher TNI. Tapi ngumpet pas dicari,” tegas Choir.

“Kalau seandainya Charles Honoris sadar dengan posisinya sebagai “Wakil Rakyat” selesaikan dulu urusan upah tenaga kerjanya yang belum dibayar bukan malah melepas tanggung jawab (ingat kasus BLBI),” tutup Choir.