Ada Pihak Yang Takut Lantaran Gatot Dekat Dengan Umat Islam

JAKARTA, ADATERUS.COM- Pernyataan dari Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PDIP Charles Honoris yang mendesak agar Presiden Joko Widodo segera mengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dianggap oleh Inisiator Garuda Nusantara Center Andrianto sebagai bentuk ketakutan karena Gatot dinilai dekat dengan kalangan Islam.

“Kalau sebagai sebuah usulan sah-sah saja, namun jika mendesak Presiden sepertinya ada agenda tertentu” kata Andrianto saat dihubungi, kemarin.

Ia menambahkan, untuk pergantian Panglima TNI ada mekanismenya dan hal tersebut merupakan kewenangan penuh Presiden Jokowi. Dalam hal ini, Andrianto melihat ada ketakutan terhadap Gatot yang selama ini menjadikam TNI profesional serta dekat dengan kalangan Islam.

“Misalnya waktu aksi 212, dengan peci putihnya Gatot mampu mengatasi massa dan Gatot melekat dengan Jenderal santri, tentu ini tidak mengenakan bagi kalangan tertentu” kata dia.

Atau menurutnya, desakan agar Panglima TNI segera diganti dikarenakan tidak menguntungkan PDIP, misalnya saat Pilkada DKI yang lalu sikap Gatot yang tidak bisa ditarik ke kiri dan ke kanan membuat jagoan PDIP Keok. “Bisa saja itu berkaitan, justru saya melihat komunikasi PDIP dan Panglima bermasalah disini” ujarnya.

Sementara, melalui sambungan telepon Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono menilai Charles tidak berkompeten sebagai orang yang meminta untuk Presiden melakukan pergantian Panglima. Aktivis yang juga ketua serikat karyawan BUMN itu justru tak melihat Gatot berpolitik selama ini.

“Saya tidak melihat ya Panglima TNI berambisi dengan politik saat ini, apa yang dilakukan oleh Panglima masih koridornya sebagai pimpinan militer” ujarnya

Senada dengan Andrianto, Arief juga melihat motif dibalik desakan Charles kepada Presiden Jokowi mengganti Panglima sebagai sikap ketakutan dan tingginya rasa curiga. “Perlu dicatat, kinerja Panglima TNI dalam membantu Presiden untuk menjaga keamanan negara dari infiltrasi asing sangat berhasil loh dan hubungan Panglima dan Presiden baik-baik saja kok” demikian Arif