Ajak Menangkan Jokowi, Gatot Diteriaki Wapres oleh Kader NasDem

JAKARTA, ADATERUS.COM- Panglima TNI, Gatot Nurmantyo berharap pilpres 2019 nanti yang terpilih adalah Joko Widodo. Hal ini bukan tanpa alasan, kata Gatot karena Indonesia membutukan rencana jangka panjang untuk lebih baik. Ini ada di tangan pemerintah. Maka ini akan berubah jika rezim bergenti.

Gatot mencontohkan SBY yang terpilih selama dua periode. Menurutnya, itu sudah terbukti dari apa yang sudah dilakukan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang memimpin Indonesia selama dua periode.

“Bayangkan apabila Pak SBY tidak menjadi presiden dua periode, tentu kita tidak mengalami situasi semacam ini, betul. Bayangkan kalau nanti 2019 bukan Pak Jokowi, Presiden (yang baru) mengatakan, infrastruktur apa itu, hapus,” ujar Gatot Nurmantyo yang disambut oleh tepuk tangan dan sorakan kader Partai NasDem yang hadir dalam pemaparannya di acara rakernas Partai NasDem, di Jakarta International (JI)Expo, Kemayoran, Jakata Pusat kemarin.

Panglima menjelaskan jika seorang bapak pasti memiliki rencana jangka panjang untuk anaknya. Rencana tersebut disiapkan mulai dari kelahiran sang anak, pendidikan hingga merencanakan anak tersebut nantinya akan bekerja di bidang apa. Namun Indonesia dengan penduduknya yang mencapai lebih dari 250 juta orang, tidak memiliki rencana tersebut. “Bangsa Indonesia nggak ada rencana sepuluh tahunan, nggak ada, yang ada rencana lima tahunan yang diserahkan presiden terpilih, gila nggak?” ujarnya.

“Maka kita perlu ke depan yang sudah punya tatanan sekarang, berlanjut, sehingga pembangunan bisa terwujud. Setelah itu ganti lagi nggak masalah,” tutur Panglima TNI
yang kembali disambut dengan tepuk tangan meriah dari kader Partai NasDem.

Di acara tersebut, puluhan peserta rakornas juga meneriakan yel-yel “wapres” ke Panglima TNI, dan hanya dibalas senyuman oleh Gatot Nurmantyo. Dalam kesempatan wawancara kepada wartawan usai memberikan sambutan, saat ditanya soal teriakan “wapres,” Gatot Nurmantyo enggan menjawab.

Dengan pernyataan tersebut Gatot menegaskan jika dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden di 2019 mendatang. Dia mengajak seluruh kader NasDem untuk fokus memenangkan Jokowi. Hal itu diungkapkannya usai partai politik yang dipimpin Surya Paloh itu mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi pada pilpres mendatang.

“Saya ingin mengajak semuanya, jangan berpikir saya jadi presiden tapi berpikirlah bagaimana negara ini jadi bangsa yang besar dan cari pemimpin yang cocok,” ujarnya.

Gatot pun berandai-andai, apa yang akan terjadi pada pembangunan infrastruktur di Indonesia jika Jokowi gagal memenangkan pilpres yang akan datang. “Bayangkan kalau nanti 2019 bukan pak Jokowi (yang menang). Presiden mengatakan infrastruktur apa itu? Hapus. Apa jadinya negara ini?,” tuturnya.

Karenanya, Gatot ingin pencapaian Jokowi yang sudah ada saat ini bisa dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan mendatang yakni 2019-2022. “Maka kita perlu ke depan, yang sudah punya tatanan sekarang berlanjut. Sehingga pembangunan bisa terwujud. Setelah itu ganti lagi enggak masalah. Ini karena sistem kita seperti ini,” ujar Gatot.