Inilah Tips Agar Anak Anda Tidak Melihat Konten Porno di App WA

JAKARTA, ADATERUS.COM- Saat ini orang tua merasa resah dengan munculnya konten porno di aplikasi Whatsapp. Terutama di kalangan ibu-ibu yang merasa panik karena mayoritas anak-anaknya sudah menggunakan smart phone. Tapi tidak perlu khawatir, karena konten itu ternyata bisa diatur sehingga si anak tidak bisa membukanya.

Diketahui konten porno di aplikasi Whatsapp ini muncul dalam bentuk GIF. Konten tersebut bisa disembunyikan, berikut tipsnya seperti dikutip dari Rappler.com. Usia minimal yang disarankan bagi pengguna anak untuk menggunakan aplikasi WA asalah 16 tahun. Facebook misalnya menetapkan batasan minimal 13 tahun. Tentu banyak diantara orang tua yang melanggar batasan itu bukan? Termasuk membiarkan anaknya menggunakan WA (atau LINE, SLACK, Facetime dan lain-lainnya), untuk kepentingan komunikasi lebih intens.

GIF, atau Giphy.com adalah sumber animasi gambar maupun video yang dapat dipergunakan untuk mewakili perasaan kita. GIF bisa diakses dari sejumlah aplikasi media sosial, bukan hanya dari WA. Kita dapat mengatur agar WA yang digunakan oleh anak kita tidak dibolehkan mengakses gambar/animasi.

Pengguna WA dapat menerima dan mengirim pesan ke nomor kontak yang telah ditambahkan ke daftar kontak WA saja. Jadi, pengaturan (setting) sangat penting.

Misalnya, pengaturan “last seen” atau terakhir terlihat, kita dapat melihat percakapan terakhir yang diakses anak. Dari “status message” kita mengetahui informasi dari pengguna yang ingin dibagikan ke mereka yang berada dalam daftar kontak. “Online” menunjukkan kepada rekan dalam daftar kontak bahwa Anda sedang online alias bisa dihubungi.

Ada 3 pengaturan yang dapat dilakukan untuk mengelola penggunaan WA Pertama, opsi “Everyone”atau ke semuanya, menunjukkan “last seen”, foto profil dan status Kedua, opsi “My contacts”, menunjukkan “last seen”, foto profil, dan isi konten status hanya tersedia bagi yang ada di daftar kontak WA anak Anda. Ketiga, opsi “Nobody”, tidak ada konten yang bisa dilihat oleh pengguna lain. Sebaiknya, pastikan opsi pengaturan “My contacts” di WA anak Anda, sehingga hanya mereka yang ada di daftar kontak mereka yang bisa melihat informasi yang dibagikan dari WA anak.

Jika “Location Tagging” dipasang dalam posisi “On”, maka setiap informasi, termasuk video dan foto yang diunggah anak akan disertai informasi lokasi di mana anak anda berada. Pastikan bahwa “Location Tagging” diatur dalam posisi “Off” untuk menghindari orang yang berniat jahat melacak lokasi anak. Tetapi, pastikan agar anak mengabarkan kepada orang tua di mana posisi mereka saat itu untuk keselamatan mereka.

Sebaiknya, pastikan opsi pengaturan “My contacts” di WA anak Anda, sehingga hanya mereka yang ada di daftar kontak mereka yang bisa melihat informasi yang dibagikan dari WA anak.

Bagaimana mengelola informasi yang boleh diakses anak?

Untuk memastikan bahwa anak yang dapat mengakses informasi yang pantas untuk mereka dan dari orang yang dipercayai, kita dapat mengatur agar WA anak menutup akses (block), menghapus (delete) atau melaporkan (report) konten yang dikirimkan pengguna lain yang tidak kita inginkan.

Menghapus dan atau menutup akses pengguna

Pengguna tidak akan dapat mengakses informasi yang anak anda unggah atau tuliskan, dan juga pengguna lain yang ditutup aksesnya tidak dapat mengirimkan informasi berupa apapun kepada kontak WA anak anda. Pengguna lain yang ditutup aksesnya tidak akan mendapat notifikasi atas “block” yang anda lakukan.

Anda (dan anak) dapat melaporkan pengguna lain yang tidak dalam kontak ke pengelola WA, dan pengguna tersebut akan dimasukkan ke dalam daftar kontak yang ditutup aksesnya ke WA anak. Jadi, jangan mudah panik dengan infomasi viral. Pelajari baik-baik cara pengaturan di gawai yang digunakan anak Anda. Baca pula tip berinternet secara aman untuk meningkatkan literasi digital Anda. Jangan segan untuk berkonsultasi dengan lembaga sepertiinternetsehat.id, jika ingin menjadi pengguna internet yang cerdas.