Ketika Alexis Diminta Buka Data Pelanggan, Pasti Banyak Yang ‘Kencing di Celana’

JAKARTA, ADATERUS.COM- Ditutupnya Hotel Alexis dan Griya Pijat terus menuai polemik. Banyak yang mendukung aksi dari Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang dinilai berani menutup tempat yang pernah dikatakan oleh Basuki Tjahaja Purnama sebagai Sorganya Dunia.

Hal ini pun mendapat respon dari pimpinan DPR, seperti Taufik Kurniawan yang meminta agar manajemen Alexis untuk membongkar siapa saja pelanggan atau tamu yang kerap berkunjung ke lantai 7. “Kenapa jadi heboh kan gitu. Buka aja pelanggannya disitu. Buka semua, CCTV-nya (kamera pengintai). Biar masyarakat tahu, mana yang munafik mana yang enggak,” ujar Taufik di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (1/11).

Menurut Taufik dibukanya data pelanggan agar masalah Hotel Alexis rampung dan tidak diperbincangkan lagi.‎ Selain itu dengan dibuknya data pelanggan akan diketahui mana yang munafik dan tidak. “Supaya tidak jadi fitnah. Pelanggannya siapa, tulis gitu. Jadi tahu mana yang munafik mana yang tidak,” ujarnya.

Taufik mengatakan sekarang ini banyak masalah yang lebih serius. Oleh karena itu setelah ditutup, pembahasan Hotel Alexis tidak perlu berlarut larut. “Masa kita beritanya dibikin pusing alexis. Rakyat masih banyak kelaparan, pekerjaan, kemiskinan masih banyak. Masa berhari-hari beritanya Alexis aja gitu,” katanya.

Jika benar dibuka data pelangganya pasti banyak orang yang ketar-ketir. Karena Alexis ini infonya kerap dikunjungi oleh orang-orang penting bahkan katanya ada pejabat yang menjadi pelanggan alexis. “Kalau dibuka pada kencing dicelana semua mereka, karena tempat ini memang banyak dikunjungi oleh pejabat,” kata sumber.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Anies mengatakan penutupan Alexis sudah melalui kajian panjang. Bahkan, dirinya sudah melakukan pemantuan sejak Januari 2017 lalu. Kata dia, ada banyak temuan yang di dapat. “Ada banyak laporan kita follow up. Saya dengan tim sudah bekerja lama sejak Januari. Sudah saya ungkapkan dan tim saya punya data lengkap,” tutur Anies kepada wartawan ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/11).

Bahkan, dia mengklaim, mengetahui seseorang yang bekerja sebagai sopir taksi di Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis. Selain itu, ada juga temuan mengenai tamu-tamu yang datang dari luar kota. “Cerita semuanya lengkap cara masuknya bagaimana cara mengatur hapenya bagaimana semua lengkap cuman masa hal detil seperti itu harus diucapkan diceritakan semuanya,” tambahnya.

Mantan Menteri Pendidikan ini mengaku sudah lama memantau kegiatan di Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis. Selama pemantauan kegiatan didua tempat itu, kata dia, jajarannya melakukan ‘operasi senyap’. Hasil, dari pemantauan itu digunakan untuk menolak daftar ulang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang diajukan pengelola kedua tempat tersebut.Penolakan itu tertuang dalam surat bernomor 68661-1.858.8.

Surat itu merupakan tanggapan atas surat dari Alexis dengan Nomor 026B/GAH/X/17 yang dikirim sehari sebelumnya atau 26 Oktober. Dalam surat itu, Alexis menanyakan alasan daftar ulangnya belum diproses. Pihak Alexis menyebut selama ini daftar ulang yang diajukan setiap tahun selalu keluar.