Ini Alasan Setiawan Ichlas Berikan Saham Bank Muamalat untuk MUI

JAKARTA, ADATERUS.COM- Pembeli PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Setiawan Ichlas punya komitmen kuat dalam memajukan bank syariah di Indonesia. Tidak hanya itu, dirinya juga akan memberikan sahamnya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Dalam wawancara dengan media di kantornya kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Iwan pria kelahiran Palembang biasa disapa ini mengatakan kenapa alasan sahamnya akan diberikan ke MUI karena pendiri awal Bank Muamalat ini adalah MUI. Jadi pertanyaan kemana sekarang MUI? “Mereka dibuang, tidak memiliki saham lagi. Dan mereka tidak kebagian apa-apa lagi. Saya komitmen setelah saya ambil hak saya akan saya serahkan sebesar 2,5 persen ke MUI dan ICMI sebesar 1-1,5 persen,” kata Iwan, Kamis (12/10).

Bagi Iwan itu tidak masalah, dirinya sudah berbicara langsung dengan Ketua MUI, Ma’ruf Amin dan sejumlah direksi baru yang akan ditempatkan di Bank Muamalat nantinya. “Saya minta kepada mereka semua CSR kita nantinya diutamakan untuk umat. Dan MUI ini adalah satu lembaga yang diakui pemerintah untuk mewakili umat muslim di Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh Iwan menjelaskan tujuan dirinya membeli Bank Muamalat yaitu untuk membantu pemerintah Joko Widodo, karena dirinya melihat pemerintahan ini sekarang lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur. Penyaluran kredit ke infrastruktur untuk pemerintah dalam bentuk Equity Loan yang tidak bisa diberikan oleh Bank Konvensional. “Target kita ke depan penyaluran equity loan diutamakan terhadap BUMN Infrastruktur, kita akan backup penuh pemerintah Jokowi karena saya cinta terhadap Negara ini,” tegasnya.

Diketahui, rencana PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) untuk menjadi pemegang saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk hampir mencapai babak akhir. Sampai saat ini, Minna Padi dan Muamalat sudah mengumumkan akan melakukan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat. Nantinya, Minna Padi akan menjadi pembeli siaga dalam aksi penerbitan saham Bank Muamalat dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Melalui rights issue, Minna Padi berencana memiliki kepemilikan saham Bank Muamalat mencapai 51% dengan nilai sebesar Rp 4,5 triliun.

Head of Strategic and Corporate Planning Minna Padi, Harry Danardojo mengungkapkan untuk proses injeksi modal ke Bank Muamalat pihaknya juga akan menggandeng beberapa lembaga keuangan. Kendati belum dapat mengungkapkan secara detail, Hari menyebut lembaga keuangan tersebut dapat berupa Dana Pensiun atau melalui International Sovereign Fund.

“Strukturnya, Pak Iwan akan melakukan penjualan sahamnya kepada lembaga keuangan, nantinya uang yang diterima dijadikan setoran pemegang saham untuk kemudian disuntik ke Bank Muamalat dengan total Rp 4,5 triliun,” kata Harry.

Harry juga mengungkap salah satu nama yang akan menduduki posisi sebagai salah satu pemegang saham di Minna Padi yakni Ilham Habibie. Ilham Habibie in sempat menduduki posisi sebagai Ketua Presidium ICMI periode 2010-2015. Beliau juga merupakan anak ketiga dari mantan Presiden Republik Indonesia ketiga B.J Habibie.

Lebih lanjut, Minna Padi menyebut secara aturan proses pengambilalihan saham Bank Muamalat akan rampung di Desember 2017. “Paling telat harusnya kita bisa dapat di bulan Desember, efektifnya kami bisa siapkan dalam tempo 2 minggu. Mungkin di pertengahan atau awal Januari 2018 selesai,” tegasnya.(OTK)