Mensos: Jangan Iba Jika Bandar Narkoba Ditembak Mati

JAKARTA-ADATRUS.COM- Banyaknya pertentangan eksekusi mati terhadap bandar narkoba disesalkan oleh Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Mensos meminta agar masyarakat tidak iba jika ada bandar narkoba yang ditembak mati. Eksekusi mati terhadap bandar narkoba ini adalah hukuman terberat yang diberikan oleh Negara. Sehingga, jangan lagi eksekusi mati ini terhalang karena seolah-olah ada yang membangun rasa iba.

“Sekarang sebetulnya kalau pengedar sudah berat sampai dengan hukuman mati. Bagaimana kemudian proses pada saat persiapan-persiapan punishment itu dilakukan, itu kan sepertinya kalau ada punishment yang sampai kepada hukuman mati, yang ada itu seperti kemudian membangun suasana iba, membangun suasana kasihan kayak gitu, tidak kita munculkan berapa banyak warga bangsa ini yang sudah hidupnya terjerat oleh adiksi narkoba,” kata Khofifah, di gedung PTIK, Jl Tirtayasa Raya, Jakarta Selatan, Rabu (11/10).

Bacagub Jawa Timur ini mengatakan masyarakat yang telah menjadi korban narkoba akan menjadi pecandu dan berusaha mendapatkan obat adiktif itu kembali. Bahkan, pecandu narkoba tak segan-segan menjual hartanya hingga sampai melakukan tindakan kriminal untuk membeli obat terlarang itu.

“Terjerat itu dalam artian karena kalau dia sudah adiktif ya dia nggak punya duit, ya dia jual apa yang dia punya, setelah dia nggak punya lagi modal dia akan cari sampai kemudian dia melakukan kriminalitas,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan dampak dari pengedar narkoba terhadap korbannya harus dilihat secara satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan. Sebab narkoba mengakibatkan orang tidak produktif lagi. “Hal-hal seperti ini kan tidak dilihat sebagai satu kesatuan betapa bahwa produktivitas bangsa ini tereduksi ketika kemudian mereka ada yang menjadi drag user,” tutupnya.(OTK)