Mendagri Sesalkan Kelompok Massa Yang Menyerang Kantornya

JAKARTA, ADATERUS.COM- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyesalkan kelompok massa yang menyerang kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (11/10). Menurutnya, aksi kekerasan dan pengerusakan tersebut tidak perlu terjadi, karena dirinya sudah bertemu dengan perwakilan massa.

Tjahjo Kumolo menyayangkan kelompok massa ini merusak fasilitas di Kemendagri. Dirinya langsung meminta bantuan Polres Jakarta Pusat, khawatir mereka masih nekad untuk melakukan aksi. “Karena Kemendagri Ring Satu Istana maka perlu diamankan dengan memperkuat Paspam/Satpol PP untuk berjaga pada malam hari di pagar kantor tanpa senjata,” kata Mendagri.

Tjahjo juga meminta agar seluruh jajaran Kemendagri untuk tidak terpancing untuk melakukan kekerasan. Karena mereka massa yang diperintah. Terkait dengan aksi tersebut, Tjahjo mengatakan mereka adalah massa yang tidak puas terhadap hasil Pilkada Kabupaten Tolikara, Tjahjo mengaku sudah menerima kelompok massa yang sudah berhari-hari ada di Kemendagri.

“Saya sampaikan kalau mau dialog Tanya masalah pilkada silahkan ke Ditjen Polpum/OTDA. Bicara baik-baik. Sejatinya kedua kelompok sudah sering diterima kedua Ditjen di kantor,” ujarnya.

Pihaknya lanjut Tjahjo sudah kerap menjelaskan jika keputusan Pilkada bukan di Kemendagri. Keputusan final dan mengingkat ada pada Mahkamah Konstitusi (MK) dan sudah ada keputusan MK. “Semalam saya sudah salaman sama mereka yang diwakili oleh seorang Mama. Kedua kubu sudah saya terima, yang kalah di MK juga sudah saya jelaskan bahwa keputusan MK final mengikat. Tapi mereka tidak tahu menahu soal keputusan MK, karena kata mereka MK tidak adil,” ujarnya.

Atas sikap tidak terima tersebut, Tjahjo mengatakan massa yang dari kubu kalah meminta dirinya untuk membatalkan keputusan MK dengan alasan curang. Tjahjo pun mengaku sudah bertemu dengan pemenang keputusan MK yang mendesak segera dilantik. “Mereka sudah saya terima, dan saya minta sabar untuk pelantikannya. Saya minta mereka berdamai dulu dan disanggupi,” tegasnya.

Diketahui sekitar pukul 15.00 WIB seperti dilansir dari situs JPNN.com, seklompok massa merengsek masuk ke Gedung Kemendagri. Sambil berteriak mereka memecahkan sejumlah pot bunga dan melempari gedung dengan batu. Mereka juga mengejar sejumlah Pamdal Kemendagri.

Massa diketahui berasal dari pendukung salah satu pasangan calon Bupati Tolikara, Papua, yang sudah dua bulan terakhir berada di depan Kemendagri. Secara tiba-tiba mereka berhasil menerobos masuk, memanfaatkan kelengahan pengamanan dalam Kemendagri yang setiap hari berjaga-jaga di pagar depan. “Kami tak pernah didengar, kami ini dianggap apa,” teriak salah seorang pengunjuk rasa sambil melemparkan apa saja yang bisa diraih.

Massa diperkirakan berjumlah tak lebih dari 15 orang. Namun aksinya mampu membuat porak poranda pengamanan dalam Kemendagri. Melihat aksi massa, sejumlah PNS Kemendagri tidak terima. Mereka membalas menyerang. Akibat aksi tersebut seorang anggota Pamdal Kemendagri terlihat dibopong dengan kucuran darah di bagian kepala. Demikian juga dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Soedarmo, terlihat kepalanya berlumuran darah.

Selain Pamdal, salah satu kameramen MNC TV juga mengalami nasib yang sama. Ia tidak hanya dipukul, namun juga kameranya dirusak oleh sejumlah oknum. “Dirjen Polpum juga kena (lemparan,red) sepuluh pot mengalami kerusakan. Mereka digiring keluar agar aksi tidak melebar,” ucap Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Sumarsono.(OTK)